Hukum Muslimah Menyusui Anak di Depan Mahram

Seperti diketahui, bahwa mahram bagi seorang muslimah adalah suami, bapak suami, bapak, anak, anak suami, saudara, dan paman. Muncul pertanyaan terutama bagi muslimah yang menyusui anaknya. Bolehkah menyusui di depan mereka, sampai (maaf) melihat buah dada saat itu dilakukan?

Ada dua pendapat ulama. Pertama, ulama berpendapat, bahwa dari sisi hukum, dibolehkan, hanya saja, dari sisi etika dan akhlak, itu tidak baik. Tidaklah elok seorang wanita memerlihatkan buah dadanya meski sedang menyusui, dan di sekitarnya banyak laki-laki, dan laki-laki itu adalah mahramya.

Hal ini oleh para ulama dikhawatirkan dapat menimbulkan fitnah. Karena iblis tak hentinya menggoda manusia, meski hubungan antara wanita yang mnyusui itu masih mahram. Nafsu melalui godaan iblis senantiasa memerintahkan kejelekan, dan iblis senantiasa menggoda bagaikan darah yang mengalir di pembuluh darah manusia. (baca: hukum tobatnya wanita pezin4)

Sangat dianjurkan, seorang muslimah yang menyusui anaknya di depan laki-laki mahramnya, agar menutupi bagian dadanya dengan jilbabnya, sehingga tidak ada seorang-pun yang melihatnya.

Kedua, ulama menyatakan bahwa menyusui di depan mahram adalah haram, dan sangat dilarang. Hal ini berkaitan dengan batasan aurat wanita di depan mahramnya. Aurat wanita di hadapan mahramnya adalah adalah bagian tubuh yang biasa ditampakkan. Seperti kepala, leher, anting, atau hasta, tangan, dua telapak tangan, kaki, betis bagian bawah, dan anggota badan yang umumnya terbuka di hadapan mahram dan di dalam rumah.

Ilustrasi sumber: mujahidahpemburusyahid.blogspot.com

Ilustrasi sumber: mujahidahpemburusyahid.blogspot.com

Karena keharaman bagian tubuh itu untuk dilihat oleh pria yang masih mahram dengan wanita yang sementara menyusui anaknya, maka diharamkan melihat dada wanita mahram, mekipun lelaki itu adalah bapaknya atau saudaranya.

Pendapat ini banyak difatwakan oleh ulama dari madzhab Malikiyah dan Hambali. Batas aurat bagi mahram adalah selain yang umumnya kelihatan ketika seorang wanita di rumah, meliputi: hasta, rambut, ujung kaki, dan tidak boleh melihat payudara dan betisnya.

Bagi penulis, tidak boleh seorang wanita menampakkan buah dadanya di hadapan mahram. Karena potensi timbulnya syahwat antara satu mahram dengan yang lainnya tidaklah sama.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.