Hukum Azan yang Dilakukan Wanita

Azan adalah amal yang dilakukan sebelum melaksanakan shalat baik shalat berjamaah maupun shalat munfarid (sendiri-sendiri). Umumnya azan dilakukan oleh pria, dan dikumandangkan dengan suara keras dan jelas. Lalu bagaimana jika azan dilakukan oleh wanita ? atau bagaimana hukum azan yang dilakukan wanita ?

Hukum azan yang dilakukan wanita ada dua, haram dan dibolehkan. Secara umum, azan yang dilakukan wanita hukumnya haram dan tidak boleh. Hal ini difatwakan oleh jumhur ulama, dengan dua alasan; pertama, azan adalah pekerjaan zahir (nyata, pekerjaan yang dilakukan di depan public), sedangkan pekerjaan zahir dilakukan oleh pria. Kedua: azan yang dilakukan wanita tidak pernah dilakukan pada masa Rasul saw.

Pendapat ini didukung oleh pendapat Imam al-Syafi’iy dalam kitabnya al-Umm, dia menyatakan, “apabila seorang wanita azan untuk Jemaah laki-laki, maka azan itu tidak cukup baginya”.

Pendapat kedua mengatakan, bahwa azan yang dilakukan wanita boleh saja, dengan syarat 1) azan oleh wanita itu tidak diperuntukan bagi laki-laki; 2) azan dilakukan tidak dengan suara keras; 3) ada jaminan suara dari azan itu tidak diumbar untuk laki-laki.

Azan Wanita

Sahabat muslimah Indonesia. Dari syarat kebolehan azan yang dilakukan wanita tadi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, tujuan azan untuk memanggil orang lain melaksanakan shalat berjamaah sejatinya dilakukan oleh laki-laki, karena azan membutuhkan suara keras. Sedangkan suara wanita yang sengaja dikeraskan bisa mengundang fitnah.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.