Deretan Kisah Wanita Muslimah Tentang Arti Cinta yang Sesungguhnya

Jodoh.. adalah hal yang tak kita ketahui. Hanya Allah saja yang tahu tentang siapa, kapan, dan dimana kita menemukan jodoh kita. Tiap manusia di takdirkan memiliki jodohnya masing-masing. Tapi mungkin dari kita ada yang akan membantah, “:Tapi kenapa ada juga orang yang tidak mendapat jodoh hingga mati?”. Hal tersebut harus dapat kita sikapi dengan bijak, karena kita yakin Allah maha tahu akan segala sesuatu. Dan maha tahu akan apa yang terbaik bagi hambanya. Jodoh itu memiliki tiga golongan.

Ada golongan yang gampang mendapat jodoh, orang jenis ini termasuk orang-orang yang beruntung. Karena mereka di beri kemudahan dalam menemukan jodoh mereka. Golongan kedua adalah mereka yang terlambat dalam menemukan jodoh. Golongan ini tentu tak seberutung golongan pertama. Karena mereka harus mampu bersabar dan tak boleh berputus asa akan kodrat Allah yang di tentukan untuk mereka. Dan yanng terahir adalah mereka yang tak menemukan jodoh mereka bahka hingga ajal. Bukan berarti Allah tak menciptakan jodoh untuk mereka. Tapi Allah tidak mempertemukan mereka di dunia, tapi mempertemukan mereka di akherat kelak. Dan orang dari golongan ini harus memiliki keikhlasan, kesabaran, dan iman yang cukup kuat dalam menghadapi cobaan yang cukup berat ini. Karena mereka harus mampu mengekang hawa nafsu mereka hingga maut agar tak terjerumus dalam jurang kemaksiyatan.

Poin ke dua adalah dalam memilih jodoh. Allah sudah mengajarkan kita dalam kitab Al-qur’an agar memilih jodoh yang baik. Baik di sini bukan berarti baik fisiknya saja, baik ekonominya, dan tinggi pangkatnya. Hal tersebut memang penting untuk pertimbangan, tapi bukanlah hal yang utama. Yang di maksud baik di sini adalah baik agamanya dan baik pula akhlaknya. Pernah ada sebuah kisah wanita muslimah teladan yang memiliki paras cukup cantik. Hingga banyak sekali para lelaki yang berniat meminangnya. Dari lelaki yang tampan, kaya, berpangkat, atau bahkan memiliki ketiga-tiganya. Tapi semua lelaki itu di tolaknya dengan halus tanpa berniat menyakiti hati para lelaki yang meminangnya. Hingga pada akhirnya dia menikah dengan seorang lelaki miskin yang buruk rupanya. Hingga membuat para tetangganya heran dan sebagian ada yang menyebarkan gosip tak sedap. Bahwa wanita muslimah yang solehah tersebut tengah tertimpa karma karena menolak banyak lelaki yang meminangnya. Hingga akhirnya dia terjerumus dalam lubang yang dia gali sendiri dengan mendapat jodoh yang miskin dan buruk rupa.

Tentu saja gosip tersebut banyak membuat orang penasaran. Kenapa gadis yang sangat cantik mau di persuntig oleh seorng pemuda miskin yang buruk rupa. Akhirnya, pada suatu hari seorang tetangganya bertanya pada wanita itu.

“Kenapa kamu memilih menikah dengan suami mu yang sekarang? Padahal dulu kau di pinang oleh banyak lelaki yang gagah, tampan, serta kaya.”. tanya tetangga itu.

Lalu, tahukah kalian apa jawaban wanita itu? Dia menjawab..

“Aku menolak mereka karena mereka mencitaiku dengan nafsu mereka. Ketika ku tanya apa alasan mereka ingin menikahi ku, pasti mereka berkata dan merayu ku. Memuji-muji akan kecantikan ku. Oleh karena itu aku menolak mereka.”. jawabnya.

“Lalu, bagaimana jawaban suami mu yang sekarang ketika kau tanyakan itu hingga kau mau menerimanya?”. Tanya tetangga itu lagi.

“Ketika ku bertanya hal yang sama seperti yang ku tanyakan pada para lelaki lainya, dia hanya menjawab singkat tapi cukup tepat dan menghilangkan keraguan ku. Ketika ku tanyakan kenapa dia menginginkan ku, maka dia menjawab.. Aku mencintaimu karena Allah. Dan hal itulah yang membuat diri ku yakin, dia tak mencintai ku karena mengikuti hawa nafsunya.”

Dari kisah muslimah di atas, kita dapat mengambil teladan bahwa jika ingin hidup mulia di dunia dan akhirat, carilah pasangan yang dapat menuntun mu. Mencitai mu karena Allah, bukan hanya karena kecantikan yang kalian miliki. Karena dalam rumah tangga, itu ibarat sebuah perahu di tengah laut. Jika kau hanya melihat cat luarnya tanpa melihat kekuatanya, tak ada jaminan perahu itu akan tahan, bukanya membawa mu sampai tujuan, tapi malah membuat mu karam dan tenggelam. Jika sudah seperti itu, maka penyesalan yang kalian rasakan tak lagi berguna.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.