Cara Mengatasi Penyakit Lupa

Penyakit lupa, adakah? Penulis tidak tahu pasti istilahnya. Namun lupa memang terkadang menjadi kendala terutama bagi anak yang antusias dalam menuntut ilmu. Penyakit lupa diistilahkan kepada orang yang cepat sekali melupakan sesuatu dengan durasi yang tidak wajar. Misalnya, ada 20 anak dalam satu kelas. Ketika guru memberikan materi hapalan, 19 orang menguasai dengan baik, dan satu orang selalu lupa, padahal usahanya untuk mengingat lebih dari yang lain.

Penyakit lupa bisa diatasi dengan memberikan nutrisi bergisi pada anak, bisa baca pada artikel di sini. Namun selain itu, penyakit lupa juga bisa diatasi dengan beberapa trik dan pemahaman berikut:

Pertama: “Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah (pamahaman) tidak beriringan dengan kemaksiatan”. Demikian hadis Nabi saw. Dari hadis tadi dipahami bahwa, seorang anak yang menderita penyakit lupa agar senantiasa menghindari dosa, kekeliruan yang bukan dosa bahkan amalan yang mengarah kepada dosa. Dengan mengharapkan hidayah Allah, tiada sesuatu di luar kuasanya, pasti penyakit lupa itu akan hilang dengan sendirinya.

Kedua: Jika anak akan menghapalkan sesuatu, ucapkan dengan berulang-ulang. Sesuatu yang diucapkan berulang-ulang meski itu adalah kesalahan akan menjadi benar, apalagi kalau hal itu memang sudah menjadi kebenaran. Ualangi pelajaran yang akan dihapal, ikhlaskan hati, insya Allah penyakit lupa akan segera hilang.

Ketiga: biasakan menghapal sesuatu pada malam atau subuh hari. Waktu yang tenang akan memudahkan stmulasi memori otak untuk mengingat sesuatu, kebiasaan ini juga terbukti dapat mengurangi penyakit lupa yang diderita.

Keempat: Biasakan fokus pada suatu objek pelajaran, dan jangan membiarkan pikiran bercabang. Sebenarnya hal ini umunya menjadi penghambat pelajaran sulit diingat. Dengan membiasakan hal ini, sedikit demi sedikit akan menghilangkan penyakit lupa.

Empat tips dan pemahaman dalam rangka mengatasi penyakit lupa tadi agar dilakukan dengan sungguh-sungguh. Karena setelah niat, Tuhan akan melihat kesungguhan hambaNya. Semoga bermanfaat.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.