Cara Mengajarkan Iman Kepada Anak

Dalam memahami akidah Islam, terlebih dahulu kita harus ketahui, bahwa hanya ada 6 hal yang wajib diimani, sekaligus menjadi pokok keimanan, yaitu; iman kepada Allah swt, para malaikatNya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada qadha’ dan qadar. Di luar hal dari 6 itu, kita hanya sampai pada meyakini hasil dari pengetahuan kita.

Bukan hal mudah menyampaikan sesuatu terkait keimanan. Jangankan kepada anak, kepada orang tua sekalipun, menyampaikan keimanan, agar menjadi sesuatu yang dipercayayi dan diyakini, dibutuhkan formula yang tepat untuk itu. Khusus bagi anak, seseorang akan menghadapi kebingungan bagaimana ia mesti menyampaikannya kepada anak dan bagaimana pula anak bisa berinteraksi dengan itu semua ? bagaimana cara mengajarkan iman kepada anak, menjelasakan dan memaparkannya.

Perlu dipahami, bahwa seorang anak belum bisa menggunakan logikanya secara baik, sehingga memberikan pemahaman kepada anak mengenai keimanan, perlu beberapa hal yang didahulukan. Pertama; Mengajarkan kalimat Tauhid kepada anak. Kalimat tauhid akan mudah diingat anak jika disampaikan dengan bentuk nyanyian atau cerita.

Cara pertama ini telah diajarkan oleh Rasul saw, “Ajarkan kalimat laailaha illallah kepada anak-anak kalian sebagai kalimat pertama dan tuntunkanlah mereka mengucapkan kalimat laa ilaha illallah ketika menjelang mati.” Demikian hadis yang diriwayatkan oleh Hakim.

Kedua: mengajak anak merasa mencintai Allah dan merasa diawasi oleh-Nya, memohon pertolongan kepadaNya. Misalnya, anak dalam keadaan takut, katakan padanya, “tak perlu takut, Allah bersama kita. dll”. Dalam sebuah riwayat, Rasul saw tidak pernah mengecualikan anak-anak dari target dakwah beliau. Berangkat menemui Ali bin Abi Thalib yang ketika itu usianya belum genap sepuluh tahun. Beliu mengajaknya untuk beriman, yang akhirnya ajakan itu dipenuhinya. Ali bahkan menemani beliau dalam melaksanakan shalat secara sembunyi-sembunyi di lembah Mekkah sehingga tidak diketahui oleh keluarga dan ayahnya sekalipun.

Beriman kepada Allah swt

Ketiga: Mengajarkan al-Quran kepada anak. Secara langsung kelihatan tidan ada hubungan, namun perlu diketahui, bahwa al-Quran dapat memberi sudesti terhadap anak, sehingga anak mudah mencintai Allah dan beriman kepadaNya

Seorang ibu wajib mengajarkan cara beriman kepada Allah kepada anaknya. Inilah ujian pertama bagi seorang muslimah, bagaimana dia mampu menjaga keimanan seorang anak yang dibawanya sejak lahir.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.