Cara Membuat Anak Suka dengan Matematika

Sebagian besar anak-anak mengaku bahwa mereka tidak menyukai pelajaran matematika. Matematika menurut mereka adalah pelajaran yang sulit dan membingungkan, banyak rumus yang harus dihafal ditambah lagi guru matematika identik sebagai guru “killer”.

Para muslimah pastinya menginginkan anaknya tumbuh sebagai anak yang cerdas dan bisa dibanggakan. Walaupun kecerdasan itu tidak hanya diukur dari kemampuan menghitung anak tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan anak menguasai pelajaran matematika akan sangat membantunya di sekolah maupun pekerjaannya kelak.

Matematika Itu Asyik dan Menantang

Kemampuan anak berbeda-beda, ada anak yang menyukai pelajaran hitungan, ada yang menyukai hafalan, ada yang menyukai seni dan ada pula yang menyukai praktek. Para ibu muslimah sebelumnya harus mengetahui kemampuan anak berada dimana.

Tanamkan pada anak bahwa pelajaran matematika itu asyik dan menantang, libatkan matematika dalam hidup mereka sebagai sesuatu yang menyenangkan, misalnya:

  • Saat Anda memasak atau sedang membuat kue, minta anak untuk membantu menimbangkan ukuran/takaran bahan-bahan yang diperlukan;
  • Beri anak reward bila berhasil mendapatkan nilai ulangan matematika atau nilai rapor yang memuaskan . Rewardnya adalah hal yang disukainya misalnya pergi ke museum, beli novel, beli kaset atau film, ke pantai dan lain-lain;
  • Bantu anak menyelesaikan PR matematikanya di rumah. Ciptakan suasana yang nyaman dan berikan penjelasan semudah mungkin agar anak bisa cepat mengerti. Ada berbagai macam cara membuat agar anak cepat paham misalnya dengan memakai alat bantu atau alat peraga, mengganti soal matematika menjadi soal cerita yang lebih menarik;
  • Asah kemampuan anak untuk menghitung. Misalnya saat selesai berbelanja, minta anak untuk menghitung kembali barang belanjaan dan sisa uang kembalian;
  • Asah kemampuan anak untuk menganalisa. Matematika bukan hanya masalah hitung-hitungan tetapi juga memiliki analisa kuat untuk menyelesaikan suatu soal. Ajari anak untuk bisa memahami isi suatu masalah sebelum berusaha menyelesaikannya.

Orangtua Adalah Panutan….

Muslimah harus mengetahui satu hal yang paling penting yaitu anak akan menjadikan orangtua sebagai teladan atau panutan. Bila Ibu Muslimah menginginkan anak suka pelajaran matematika, Ibu atau Ayah juga harus suka dengan pelajaran tersebut. Karena di rumah, Ibulah gurunya, pengajar yang menggantikan guru di sekolah.

Ibu harus bisa menjadi  panutan dan sosok yang mampu membantu bila anak mengalami kesulitan mengerjakan pekerjaan rumahnya, sekaligus mendidik dengan cara Rasulullah saw. Bila ada yang ibu tidak ketahui jangan sungkan untuk bertanya pada guru matematika anak. Ibu dan guru di sekolah harus kompak dan saling berkomunikasi untuk mengetahui perkembangan sang anak.

Anak Suka Pelajaran Matematika

Ada satu kebiasaan lagi yang harus ditanamkan pada anak agar otaknya bisa cepat merespon pelajaran yaitu membaca alquran. Saat membaca alquran ada tiga aktivitas yang dilakukan sekaligus yaitu membaca, melihat dan mendengar. Sebuah penelitian yang dilakukan Fabien, seorang ilmuwan yang juga berprofesi sebagai musisi bahwa frekuensi suara dapat merubah nilai medan elektromagnetik setiap sel tubuh. Suara mempengaruhi keteraturan molekul-molekul air dalam sel darah manusia. Jadi, mari biasakan anak kita membaca alquran, selain bernilai ibadah juga membantu mencerdaskan otak anak.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.