Cara Beriman Kepada Malaikat Allah swt

Iman kepada Malaikat Allah adalah rukun iman yang kedua setelah iman kepada Allah swt (baca: iman kepada Allah swt). Beriman kepada Malaikat Allah seperti halnya beriman kepada Allah, tidaklah medahulukan akal sebagai landasan, namun juga tidak menafikan akal, sebagai alat memikirkan sesuatu yang diimani.

Sahabat muslimah Indonesia. Malaikat Allah diciptakan tugasnya adalah menjalankan perintah dari Allah swt, tiada lain. Tiada hak baginya berpikir, apalagi membantah, karena Malaikat Allah tidak diberikan nafsu, termasuk nafsu untuk menolak.

Malaikat Allah adalah makhluk ghaib yang diciptakan Allah dari cahaya, senantiasa menyembah Allah, tidak pernah mendurhakai perintah Allah swt. Lalu kenapa Allah swt menciptakan Malaikat. Seperti yang sudah dikatakan, tuga Malaikat Allah mengerjakan apa yang diperintahkan. Ketika perintah datang kepada Malaikat, maka itu bisa dikerjakan. Di sinilah perbedaan dengan manusia. Manusia terkadang belum mampu melaksanakan sesuatu meski hal itu sudah menjadi perintah baginya.

Misalnya saja, ketika wahyu akan diturunkan kepada seorang Nabi Allah (baca: iman kepada Rasul), maka Malaikat Allah bertugas mengambil wahyu itu, bukan Nabi pengemban amanat yang mengambil langsung, kecuali pada hal tertentu saja.

Ada tiga unsur yang patut diperhatikan untuk membangun keimanan kepada Malaikat Allah;

iman-kepada-malaikatPertama: Mengimani adanya mereka (Malaikat Allah). Malaikat Allah adalah sesuatu yang wujud, ada. Keimanan kepada Malaikat, adalah kepercayaan yang pasti tentang keberadaan para malaikat itu. Malaikat Allah, tidak sekedar kata yang coba dikonotasikan kepada kebaikan, keburukan dan lain sebagainya.

Kedua: Mengimani Malaikat Allah dimulai dengan mengetahui nama-nama malaikat beserta tugas mereka masing-masing. Ada banyak Malaikat Allah, sulit bagi kita untuk mengetahui satu persatu. “Sesungguhnya baitul makmur berada di langit yang ketujuh setentang dengan Ka’bah di bumi, setiap hari ada 70 ribu malaikat yang shalat di dalamnya kemudian apabila mereka telah keluar maka tidak akan kembali lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga: Mengimani sifat-sifat malaikat yang kita ketahui. Seperti halnya nama, sifat Malaikat Allah juga banyak. Contoh kecil Malaikat Jibril, dimana Nabi memberitahukan bahwa beliau pernah melihat Jibril dalam sifat yang asli, yang ternyata mempunyai enam ratus sayap yang dapat menutupi cakrawala (HR. Bukhari).

Ketiga unsur tersebut sudah memenuhi syarat dan usaha seorang hamba untuk beriman kepada Malaikat Allah. Perlu diketahui, nahwa beriman kepada para malaikat memiliki pengaruh yang mulia dan baik dalam kehidupan setiap mukmin, di antaranya dapat mengetahui keagungan, kekuatan serta kesempurnaan kekuasaan Allah, istiqomah (meneguhkan pendirian) dalam menaati Allah, dan bersyukur kepada Allah atas perlindungan-Nya kepada anak Adam, dimana ia menjadikan sebagian dari para malaikat sebagai penjaga mereka.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.