Bolehkah Wanita Melamar Pria? Ini Jawabannya!

Ada yang menyangka ibunda Khadijah isteri Nabi saw adalah wanita yang melamar Nabi saw, beliau sangan terkesan dengan akhlak Rasulullah sehingga muncul rasa cinta dan melamarnya. Itu tidak benar. Tak ada riwayat yang menyebutkan hal itu. Sejarah hanya mencatat, bahwa kabar bahwa Khadijah ra suka dengan akhlak Rasulullah, sampai ke telinga Rasulullah saw.

Kesalahan prasangka itulah kemudian dijadikan banyak orang sebagai rujukan bahwa wanita boleh melamar pria. Padahal untuk menjawab pertanyaan bolehkah wanita melamar pria, maka harus dilihat dalil, dan pendapat ulama tentang hal itu.

(baca: cinta adalah… )

Hadis Nabi saw dari Anas ra, dia menceritakan bahwa, suatu hari datang seorang wanita kepada Rasulullah sawdan menawarkan diri kepadanya, dan berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau berhajat kepadaku?” Lalu ketika menceritakan hadits ini, maka anak perempuan Anas ra mengatakan, “Sungguh sedikit malu perempuan itu dan buruk akhlaknya.” Lalu dijawab oleh Anas, “Sesungguhnya dia itu (perempuan yang menawar diri) lebih mulia dan baik darimu karena dia mencintai Nabi saw dan menawar dirinya demi kebaikan,” (HR. Al-Bukhari).

Kemudian hadis yang diriwayatkan Sahal bin Sa’ad, dia mengatakan bahwa seorang wanita datang menemui Rasulullah saw, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku datang untuk menyerahkan diriku kepadamu.” Tatkala wanita itu melihat Rasulullah saw tidak memutuskan sesuatu terhadap tawarannya itu, lantas dia duduk,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

(baca: muslimah dengan mahar paling mulia)

Dari dua hadis tadi, untuk menjawab pertanyaan bolehkah wanita melamar pria, maka ada hal penting yang bisa dijadikan pegangan. Pertama, dalam surah al-Baqarah ayat 235, disebutkan bahwa laki-lakilah yang datang melamar kepada wanita. Berarti seorang wanita boleh meminta kepada pria sholeh untuk menikahinya. Akan tetapi tetap yang melakukan lamaran adalah laki-laki.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kedua, jika seorang wanita meminta pria untuk menikahinya, hal itu harus berlandaskan cinta kepada kebenaran. Seorang wanita yang meminta pria menikahinya bukan karena nafsu, bukan karena ketertarikan material, fisik, harta, dan jabatan, tapi semata mata karena kebenaran.

Ketiga, seorang wanita meminta pria untuk menikahinya harus dengan alasan kebaikan. Seorang boleh wanita meminta pria untuk menikahinya untuk menghindari maksiat yang menimpa dirinya, maksiat itu akan hilang jika dia bersama seorang pria halal baginya.

So? Wanita melamar pria? Jangan! Cukup menyampaikan (bagusnya tidak dengan verbal) bahwa ada keinginan wanita itu dinikahi oleh pria yang dimaksud. Semoga sahabat muslimah bisa memahaminya J

Tags:
author

Author: 

Seorang muslimah yang bercita-cita menjadi shalehah. Berusaha dan terus berusaha