Bagaimana Beriman Kepada Rasul Allah swt ?

Sahabat muslimah Indonesia yang saya banggakan. Ada 6 rukun iman, tiga diantaranya sangat sulit dicerna dengan logika yaitu, iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, dan iman kepada Rasul Allah swt. Kesemuanya sudah diatur sedemikian rupa, karena memahaminya adalah dengan rasa, hati dan jiwa. Bukan Allah sang Maha Pencipta yang tidak bisa untuk itu, tapi manusia tak kuasa atau sulit mencerna dengan indera dan logika.

Sejak kecil kita diajarkan keharusan bagaimana beriman kepada Rasul Allah swt, tulisan ini sebagai pelengkap saja dan mengajak kita untuk lebih mencermati bahwa iman kepada Rasul Allah swt pun bisa sedikit demi sedikit dicerna dengan akal dan rasio. Kita akan mencoba menjawab, apa, siapa dan bagaimana seputar Rasul Allah swt.

Nabi adalah bahasa Arab, berasal dari kata naba, yang berarti berita. Kemudian dari situ diartikan sebagai penerima berita. Berbeda dengan Rasul, yang berarti pembawa risalah (surat). Makanya mayoritas ulama mendefinisikan perbedaan Nabi dan Rasul sebagai penerima dan penyampai. Nabi hanya menerima wahyu untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul sekaligus untuk disampaikan kepada orang lain (umatnya).

Jumlah Nabi tidak terhitung, kenapa? Karena tugasnya hanya untuk dirinya sendiri, sehingga tidak ada manusia yang mengetahui, bahwasanya seseorang adalah Nabi. Adapun jumlah Rasul, juga tidak pasti jumlahnya, karena masalah geografis. Hanya yang disebut dalam al-Quran sejumlah 25, Nabi sekaligus Rasul Allah swt.

Bagaimana Beriman Kepada Rasul Allah swt?

Cara yang paling sederhana beriman kepada Rasul Allah swt adalah dengan mengetahui siapa Rasul itu. Mengetahui bukan hanya nama, tapi sejarah, dan ajaran yang dibawanya. Pengetahuan akan mendatangkan keyakinan, dan dari keyakinan itu akan terbersit keimanan.

Cara beriman kepada Rasul Allah swt selanjutnya adalah dengan mengamalkan ajaran yang dibawa Nabi yang diutus kepada kita. Nabi yang diutus terakhir adalah Nabi Muhammad saw. Dengan demikian beriman kepada Rasul Allah swt adalah dengan beiman kepada Nabi Muhammad saw terlebih dahulu.

Ketiga: dengan sering menyebut Nama nabi dan Rasul. Yang paling disebut adalah yang sering dingat, yang sering diingat adalah yang paling dicintai. Cinta adalah bias keimanan. Berarti dengan seringnya menyebut Nama Nabi dan Rasul dalam Shalawat, atau kisah, akan menggiring keimanan kepadanya.

Sangat sulit mengimani sesuatu yang tidak ditangkap oleh indera. “Yang paling mencintaiku adalah siapa yang melaksanakan perintahku padahal dia tidak pernah bertemu denganku.” Sabda Nabi saw. Tiga cara bagaimana beriman kepada Rasul Allah swt tadi semoga bisa member manfaat dan membantu kita.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.