Bagaimana Beriman kepada Allah swt ?

Salah satu rukun iman adalah beriman kepada Allah swt. Beriman kepada Allah swt adalah rukun iman yang pertama, wajib bagi muslim dan muslimah. Ketika mengucapkan dua kalimat syahadat, persaksian akan keimanan kepada Allah swt sudah terbentuk. Tapi itu hanya bentuk pelafalan saja.

Beriman kepada Allah swt, bukan hanya dalam bentuk lafal belaka, tapi harus diyakini dalam hati, bahwa benar Allah adalah Tuhan, tiada Tuhan selain Dia. Ini merupakan hal sulit tentunya, karena keyakinan biasanya bersumber dari pengetahuan indera seperti halnya pembahasan kita tentang beriman kepada Rasul Allah swt.

Semua pertanggungjawaban di hari kemudian diemban oleh masing-masing individu termasuk keimanan kepada Allah swt. Artinya, beriman kepada Allah swt sangat tidak mungkin sekedar taklid buta (ikut-ikutan) sehingga dianggap dapat memahami pernyataan keimanan ini secara benar. Semuanya harus diusahakan. Ada beberapa cara beriman kepada Allah swt, yaitu;

Pertama, percaya bahwa wujud Allah itu, pasti ada. Dalam teori sebab akibat, semua akibat pasti karena akibat. Akibat lebih dahulu dari sebab. Berarti Allah adalah akibat dari semua sebab. Dan Allah swt bukanlah akibat. Tanpa harus berpikir atau mempelajari terlebih dahulu, jika Allah swt tidak terbatas, berarti wujud Allah tak mampu dibatasi oleh aapun termasuk akal manusia. Ada-nya Allah hanya bisa kita rasakan dari nikmat dan kedekatan diri terhadapNya.

Kedua, beriman kepada Allah swt  dengan mengetahui dan menghayati nama-nama dan sifat-sifat Allah swt, yaitu nama-nama dan sifat-sifat yang telah Allah tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau Sunnah Rasul-Nya. Semua nama Allah berarti baik. Ini juga mengisyaratkan bahwa perbuatan baik merupakan keterwakilan dari perwujudan keimanan kepada Allah swt.

Ketiga: beriman kepada Allah swt, dengan menghargai manusia lainnya. “Aku lebih dekat dari urat nadimu” Firman Allah dalam surah Shad. Artinya, dalam diri manusia secara individu, keberadaan Tuhan selalu ada, lebih dekat dari kehidupan manusia itu sendiri.

Beriman kepada Allah swtSemua manusia memiliki unsur ketuhanan. Hal ini bisa dilihat dari kelahiran manusia yang fitrah (suci). Itulah sebabnya, manusia bisa tahu ini benar dan ini salah dengan nuraninya. Dengan menghargai manusia berarti kita telah mencoba mengenal (ciptaan) Tuhan dalam diri manusia itu.

Sahabat muslimah yang berbahagia. Beriman kepada Allah swt, sekali lagi bukan cuma lafal, yang anak kecil pun bisa. Mari berusaha meningkatkan keimanan kita kepadaNya, dengan tiga cara di atas.

Semoga bermanfaat

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.