Aurat Wanita Terhadap Suami dan Sesama Wanita? Ini Penjelasannya !

Aurat. Sering kita dengar kata ini. Aurat adalah ke-maluan, aurat adalah semua hal yang jika terlihat akan membuat kita malu. Dalam Islam, aurat hanya bisa dilihat oleh orang yang disyariatkan dan biasa disebut mahram (akan kita bahas dalam tulisan selanjutnya). (baca: rajin shalat tapi tidak menutup aurat)

Pernah ada tulisan, ada seorang wanita yang senantiasa menjaga auratnya. Karena kebiasaan itu, saat pernikahan pun, wanita itu masih malu untuk menjabat laki laki sahnya. Subhanallah… semoga kita semua menjaga aurat secara alami seperti wanita itu. Perlu diketahui bahwa terhadap suami batasan aurat wanita sudah ditegaskan dalam surah an-Nuur ayat 31. Ditegaskan bahwa wanita boleh memperlihatkan perhiasannya kepada suami tercinta. Karena suami adalah mahram.

Aurat wanita terhadap suami itu tanpa batas. Suami boleh melihat dan lebih dari itu akan bagian aurat istrinya. Seorang wanita boleh melakukan sesuatu untuk suaminya, yang mana sesuatu itu adalah merupakan aurat bagi orang lain. (baca juga: cara menjadi muslimah yang baik)

aurat wanita terhadap wanita lainDemikian pula, seorang suami dihalalkan baginya untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar memandangi perhiasan istrinya, yaitu menyentuh dan menggauli istrinya. Jika seorang suami dihalalkan untuk menikmati perhiasan dan keindahan apa yang ada pada istrinya, maka apalagi hanya sekedar melihat dan menyentuh atau hal lain yang dianggap ke-malu-an yang menjadi haknya. Hal ini disandarkan dalam hadis, bahwa Aisyah ra mandi bersama dengan Rasulullah saw dalam suatu tempat yang sama. (baca: doa agar suami rajin shalat)

Intinya, aurat wanita terhadap suaminya adalah tiada batasan. Suami berhak Melihat, memegang, menikmati hal yang dianggap aurat terhadap yang lain selain dirinya. Lanjut ke aurat wanita terhadap wanita lain

Tags:
author

Author: 

Seorang muslimah yang bercita-cita menjadi shalehah. Berusaha dan terus berusaha