Aurat Wanita di Depan Mahramnya Terlihat, Bolehkah?

Seorang muslimah harus senantiasa menjaga dirinya dan auratnya kepada siapapun dan terhadap siapapun. Lho, bagaimana dengan mahramnya? Bukankah mahram adalah orang yang haram dinikahi? (baca: mahram dan siapa saja mahram muslimah). Semua ada ketentuannya, dan ketentuan itu mudah kok dipahami. Simak yuk… (baca juga: aurat wanita di hadapan sesama wanita)

Perlu diketahui bahwa ketentuan batasan aurat dalilnya sama dengan ketentuan siapa saja mahram atau orang yang haram dinikahi. Yaitu menggunakan sudah an-Nur ayat 31:

“… dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…”

Dengan demikian perhiasan wanita muslimah tidak boleh terlihat oleh siapapun kecuali mahram. Adapaun mahram memiliki batasan tertentu seperti yang sudah difatwakan para ulama. Ulama berbeda pendapat akan hal itu; pertama, bagian tubuh wanita yang boleh dilihat oleh mahram adalah seluruh bagian tubuh kecuali bagian lutut ke atas sampai pusar.

hukum wanita terhadap mahramnyaKedua, ulama berpendapat bahwa mahram dibolehkan melihat anggota tubuh wanita yang biasa nampak, seperti anggota-anggota tubuh yang terkena air wudhu.

Atas dua pendapat ulama ini, silahkan pilih yang mana paling pas buat sahabat muslimah Indonesia. Semua memiliki dali nash yang kuat dan jelas. Demikian ulasan tentang bagaimana jika aurat terlihat di depan mahram.

Tags:
author

Author: 

Seorang muslimah yang bercita-cita menjadi shalehah. Berusaha dan terus berusaha