Anak Takut sama Hantu, Ini Solusinya !

Malam itu, Haurah (nama anak kecil) selalu menangis bermanja dan tidak mau tidur. Umminya akhirnya begadang. Sampai akhirnya juga tak tahan, lalu berkata, “nak, di luar ada hantu, lagi mencari anak yang belom tidur.” Spontan, Haurah memeluk umminya, dan tak lama kemudian tertidur.

Cara seperti kisah ini mungkin sangat sering kita jumpai. Mengindikasikan kalau anak takut sama hantu adlah hal umum. Bahkan tak hanya anak kecil, banyak orang dewasa yang mengaku takut terhadap hantu. Masih banyaknya budaya dan kepercayaan terhadap hal-hal mistis yang bertentangan dengan syariat, adalah bukti kalau mawyarakat lebih takut hantu dari pada setan.

Namun, ternyata rasa takut anak sama hantu, ternyata bisa membentuk mental penakut pada diri anak tetapi juga dapat mengurangi kesempurnaan tauhid yang sangat kita harapkan terbentuk pada diri sang anak.

Sebenarnya rasa takut penting jika diletakan dalam porsi yang benar. Rasa takut adalah bagian dari rukun yang harus ada dalam ibadah, di samping rasa cinta dan harap. Takut sangat dekat dengan takwa. Tapi sekali lagi jika diterapkan dengan baik.

Seorang anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan sedang mengalami masa belajar, ia mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kadang disertai pula daya imajinasi yang tinggi. Oleh karena itu, ketika ia mendengar cerita tentang berbagai macam hantu entah dari berbagai media massa, atau dari orang-orang di sekitarnya, hal tersebut bisa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Apalagi bila sang anak pernah mengalami trauma karena ditakut-takuti temannya atau karena pernah mengalami gangguan jin.

Karena rasa takut kepada hantu atau semacamnya, banyak anak menjadi takut keluar kamar untuk mengambil wudhu pada pagi hari. Sang anak menjadi menunda-nunda waktu shalat Subuhnya. Ini hanyalah salah satu contoh. Tetapi sekali lagi, hal ini dapat mengurangi kesempurnaan tauhid sang anak.

Bagi orang tua sangat penting mengetahui bagaimanakah cara mengatasi anak yang takut sama hantu.

Cobalah cari tahu apa yang sebenarnya ditakutkan oleh sang anak pada saat keadaannya tenang. Rangsanglah anak dengan beberapa pertanyaan. “Adik takut hantu ya? Memangnya hantu itu apa sih?” Jika sang anak menjawab bahwa hantu adalah pocong, genderuwo, nyi loro kidul, kuntilanak, atau semacamnya, jelaskan bahwa hantu-hantu semacam itu tidak ada sama sekali sehingga tidak perlu ditakutkan.

Cara lain, dengan mengajak anak mencari hantu. Ini sangat bagus terutama menjelang magrib. “yuk keluar mencari hantu. Kalau dapat mau diapain?.” Dengan cara ini akan memberi pemahaman kalau hantu itu adalah musuh, dan manusia lebih hebat dari hantu sendiri.

Cara tadi semoga bisa mengatasi rasa takut anak terhadap hantu. Orang tua hendaknya bersabar dalam membantu anak mengatasi rasa takutnya dengan tetap memprioritaskan pendidikan aqidah dan tauhid pada anak.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.