6 Sifat Wanita sebagai Isteri yang Dibenci Suami

Dalam mengarungi kehidupan berumah tangga, ada saja masalah yang menerpa. Karena tak ada keluarga tanpa ada masalah. Namun di sinilah letak keindahan dalam berumahtangga. Keindahan hadir jika suami dan isteri mampu menghadapi masalah tersebut dengan proprsional. Tentu beda saat masih muda, masa awal pernikahan, dibanding jika usia pernikahan itu sudah berjalan lama.

Ada yang mengatakan, persoalan fisik, wanita akan lebih cepat tidak menarik dibanding pria. Namun sebenarnya, bukanlah masalah fisik yang mendorong seorang suami membenci isterinya. Tapi lebih besar kepada sifat. Yah, suami akan lebih cepat membenci isterinya karena sifatnya, bukan karena fisiknya. Itulah sebabnya, seorang wanita sebagai isteri harus tahu dan menjauhi sifat-sifat wanita yang dibenci suami.

Shabah Sa’id menulis dalam bukunya yang berjudul az-Zaujah al-Mubdi’ah wa Asrar al-Jamal, merangkum beberapa sifat wanita sebagai isteri yang dibenci suami. Sifat wanita sebagai isteri yang dibenci suami yang dimaksud antara lain: (baca juga: ini yang membuat suami betah)

Pertama, seorang isteri yang lebih sibuk dengan urusannya sendiri. Tarolah isteri juga bekerja, dia lebih fokus kepada pekerjaannya dibanding perhatiannya terhadap suami dan anak-anaknya. Memang ada tipe wanita seperti ini. Wanita sebagai isteri yang merasa nyaman setiap kali dia bisa menyendiri, serta bisa menjaga segala apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia sentuh untuk diri sendiri.

Kedua, isteri yang lebih suka mendominasi. Sadar atau tidak sadar, salah satu sifat wanita adalah sifat raja, ingin berkuasa dan ingin mendominasi. Sifat wanita sebagai isteri tak jarang juga demikan. Isteri mengabaikan eksistensi suaminya. Kalau urusannya, suaminya tidak dilibatkan, tapi jika urusan suaminya, dia marah jika tidak dilibatkan. Dia senantiasa menjalankan sendiri segala urusan keluarga dan urusan rumah dengan tanpa memandang pendapat suami.

Lambat laun, suami akan merasa jati dirinya telah hilang sebagai kepala keluarga, sebab yang bisa dia lakukan untuk kebaikan rumah atau anak-anaknya hanya menyerah saja, atau mengabaikan keberadaan dirinya. Pria semacam ini, jika tidak memisahkan dirinya dari istri seperti itu, bisa jadi dia akan berusaha mencari, atau mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini dari wanita lain.

Ketiga, isteri yang sangat gemar berbohong. Salah satu hal yang mesti dimiliki dalam hubungan pernikahan adalah unsur kejujuran dalam segala hal. Ini mengingat, kejujuran merupakan salah satu pilar ketenteraman dan kebahagiaan. Di luar sana terdapat banyak wanita yang gemar berdusta. Mereka menjadikan dusta sebagai hobi atau sebagai dalih karena takut sesuatu. Namun apa pun alasannya, dusta dan tipu daya adalah dua hal yang paling dibenci kaum pria. Meskipun terkadang seorang pria menerima tindakan dusta dari istrinya karena satu atau lain hal, namun penerimaan seorang suami terhadap sifat buruk itu biasanya disertai dengan pandangan meremehkan.

Keempat, wanita sebagai isteri yang galak/ ketus. Wanita semacam ini, begitu mudahnya berbicara dengan nada tinggi dibanding suaminya, termasuk anak-anaknya. Suasana permusuhan berbau kental. Selain itu, isteri seperti ini akan terbiasa mengeluarkan kata-kata pedas, keras, dan kasar kepada tetangga, teman-teman, dan anggota keluarganya. Isteri dibolehkan keras jika masalah akidah dan ibadah, seperti shalat. (baca: jika suami tidak shalat)

Keluarga Pipit. Sumber sayangi. com

Keluarga Pipit. Sumber sayangi. com

Kelima, wanita sebagai isteri yang menyulitkan suaminya. Isteri minta diantar, ditungguin di pasar, padahal jarak pasar berdekatan dengan rumah, salah satu contohnya. Wanita yang selalu menyulitkan pada dasarnya hanyalah kebiasaan saja dan bisa diubah. Kebiasaan itu kemudia menciptakan kesulitan dan menyulut pertikaian antara dirinya dengan suaminya. Dalam kondisi demikian, sang suami lebih mengutamakan untuk menjauh dari rumah, atau barangkali dia akan tetap di rumah dan ikut-ikutan dengan sifat buruk istrinya.

Keenam, wanita sebagai isteri yang keras kepala. Wanita kadang merasa puas, jika ide dan keinginannya yang terlaksana. Tak salah, jika tetap memerhatikan kebijakan suaminya sebagai kepala rumah tangga. Dalam contoh, suaminya menginginkan satu jenis makanan, dia terus-menerus menyiapkan jenis makanan lainnya, sekalipun sebenarnya jenis makanan itu juga tidak disukainya. Wanita semacam ini adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki. (baca juga: baik buruk wanita bekerja)

Nah, sahabatku sesama muslimah, sifat wanita sebagai isteri yang dibenci suami tadi semoga jauh dari kita, sehingga apa yang kita dambakan, yaitu kehidupan yang sakinah senantiasa terwujud dalam keluarga kita. Amiin

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.